Langsung ke konten utama

Insiden Tumbangnya 3 Bintang MotoGP di GP Spanyol 2018





Hasil gambar untuk gp jerez accident 


Jakarta - Balapan MotoGP Jerez, Spanyol 2018 telah berakhir.
Sang Juara Bertahan Marc Marquez (Repsol Honda) keluar sebagai juara saat balapan di sirkuit bernama lengkap Circuito Permanente de Jerez Spanyol.

Kemenangan Marquez didepan ini juga diwarnai insiden tabrakan beruntun.
Hal itu terjadi karena ada pertarungan sengit terjadi untuk posisi kedua.
Di sana ada Jorge Lorenzo, Andrea Dovizioso, dan Dani Pedrosa yang saling back to back untuk mendapatkan posisi kedua.

Drama besar pun terjadi delapan lap jelang balapan usai.
Dovizioso berusaha menyalip Lorenzo, namun melebar.
Ketika Lorenzo hendak masuk ke sudut dalam tikungan(Apex), ia tidak melihat posisi Pedrosa yang sudah masuk kedalam tikungan tersebut dengan kecepatan tinggi sehingga membentur Pedrosa dan setelah membentur Pedrosa ia melebar lalu membentur rekan satu tim nya yaitu Dovizioso.

Ketiga pembalap ini terjatuh dan langsung gugur.

Insiden Tabrakan Beruntun di MotoGP Spanyol
Jatuhnya ketiga pembalap tersebut adalah angin segar untuk pembalap lain yang ada di belakang mereka yaitu Johann Zarco yang melesat ke urutan kedua tanpa perlu usah berlebih.
Begitu pula dengan Danilo Petrucci yang seharusnya mendapatkan jalan mudah.
Namun seusai balapan, peringkat ketiga akhirnya menjadi milik Iannone.
Insiden tersebut juga membuat Marquez yang sudah makin melesat sendirian didepan. Kemenangan ini membuat Marquez naik ke posisi pertama klasemen sementara MotoGP 2018.
Pembalap asal Spanyol itu mengumpulkan 70 poin dari empat seri balapan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kritik Komikus Jepang Terhadap Proyek Kereta Cepat Pemerintah Indonesia

Jakarta - Komikus asal Jepang, Onan Hiroshi telah membuat kontroversi dengan membuat komik yang menyindir proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Hal itu pun menimbulkan banyak kecaman dari masyarakat Indonesia. Meskipun ia telah meminta maaf atas hal tersebut. Bukan hanya masyarakat Indonesia, Kementerian BUMN yang mengontrol proyek tersebut juga ikut terkejut. Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN Ahmad Bambang mengungkapkan kekesalannya atas komik tersebut. "Saya nggak tahu sama sekali. Tapi sebagai sebuah bangsa, saya merasa diremehkan," tuturnya kepada detikFinance, Senin (26/2/2018). Menurut pria yang akrab disapa Abe itu, jika sindiran itu terjadi pada era tahun 80-90an maka dampaknya akan lebih besar. Bahkan bisa menimbulkan dampak amarah yang besar bagi masyarakat dia mencontohkan seperti kerusuhan saat peristiwa Malapetaka 15 Januari 1974 (Malari). "Kalau ini terjadi era 80-90an, bisa gawat. Ya it...

Jagung, Makanan yang menjadi Minuman